Batam Tetaplah Bertradisi Indonesia

Tumpeng 17an di Batam

Tumpeng 17an di Batam

Dulu keluarga dikampung susah banget buat kasih ijin Aku pergi ke Batam. Alasannya macem-macem ( intinya mereka berpikir batam itu buruk ). Sampai ahirnya ada saudara yang ngasih tau Batam nggak seburuk yang mereka kira. Apalagi pas dikasih tau Dorm tempat aku tinggal nanti aman dan nyaman tentunya. Aku diterima di perusahaan yang lumayan ternama saat itu (dulu:Astra, sekarang: Unisem ). Langsung deh dapet ijin.

Setelah 8 tahun dan berkeluarga di Batam Aku masih tetep bisa ngerasain tradisi-tradisi yang ada dikampungku. Bahkan aku jadi tau juga tradisi kampung orang. Makanan khasnya,logat bicaranya dan ciri khas yang menunjukkan dari mana asalnya lambat laun aku tau. Pokoknya Batam masih Indonesia banget lah.

Tradisi yang dikampungku ada, dikampung orang ada, bahkan mungkin diseluruh Indonesia ada adalah tumpeng 17an (HUT kemerdekaan maksudnya).

Ternyata tumpengan di Batam lebih enak ketimbang di kampungku. Tau kenapa? soalnya rasa masakannya jadi Nusantara banget. Manis, asam, asin (ramai rasanya). Ada yang dari Medan, Padang, Palembang, Bangka, Jawa,  Sunda, Ambon, Makasar, lampung, Madura, Aceh (yang nggak kesebut jangan marah, untuk sementarawaktu tetanggaku cuma ada itu).

Budaya, adat dan tradisi yang beda moga aja nggak jadi sebab perpecahan. Bahkan bisa dijadiin sebagai kekayaan hasanah budaya di Batam. Siapa coba yang mau jaga apa-apa yang Batam punya kalau bukan kita? walaupun kita nggak tau berapa lama lagi bertahan di Batam, tapi udah seharusnya kita buat Batam jadi tempat yang nyaman. Dari, oleh dan untuk kita tentunya.

Tentang imag orang-orang diluar pulau ini pun lambat laun berubah. Kita Semua yang bisa rubah imag itu. Tindakan dan perbuatan kita yang bisa buktiin bahwa Batam pun bisa ngebentuk kepribadian seseorang (mobil pribadi, rumah pribadi: bukan itu maksudnya).

Masing-masing dari kita aja dech yang memulai berbuat sesuatu yang baik untuk Batam. Moga aja dari kita bisa nular ke teman, tetangga dan orang-orang sekitar kita. Tul nggak?

2 Komentar

  1. cahsholeh berkata,

    April 13, 2009 pada 10:30 pm

    Batam memang benar-benar bernuansa nusantara…
    Saya punya seorang kakak yang sejak 20 tahun lalu tinggal di Batam. Sesekali saya berkunjung pula ke sana… silahkan kunjungi: http://andy.web.id/?p=72

  2. bundanisha berkata,

    April 13, 2009 pada 11:30 pm

    Makasih udah berkenan mampir di blog yang masih seumur jagung ini.
    Saya udah meluncur ke blog Bapak. Blog Bu Noor juga Mas Diki.
    Kompak ya, satu keluarga demen ngeblog semua.
    Coba mampir ke blog ayahnya Nisha ya Pak.http://www.patromax.com/


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.